Sabtu, 24 Oktober 2020

Allah Tujuan Utama Kita



Alhamdulillah bersyukur mendapatkan kabar kemenangan petarung muslim asal Rusia Khabib Nurmagamedov, 

banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sang bintang ini, sebelum memulai pertarungan, dia selalu menunjukkan jari ke atas memberi isyarat bahwa Allah lah yang berkuasa atas segala sesuatu,,,,

ya, keyakinan inilah yang harus tumbuh dalam diri kita , bahwa Tiada daya dan upaya melainkan Allah lah yang berkuasa atas segala hal dibumi ini. terkadang kita hanya mampu. mengucapkan dilisan tapi pada kenyataan sehari-hari banyak diantar kita yang melalaikan hal ini.

Kita lebih takut kepada selain Allah, lebih percaya kepada selain Allah, lebih berharap kepada selain Allah.

mari kita kembali kepada Allah,,, tumbuhkan dan kuatkan keyakinan kita...

Allah adalah tujuan utama kita

Kamis, 22 Oktober 2020

TANGGA CINTA

 


Setelah sedikit kita berbicara tentang cinta pada juz 1, maka pada bahasan selanjutnya adalah tangga cinta.Cinta yang ada dalam hati manusia memiliki tangga yang bertingkat menjulang ke atas. Pada awal ketika seorang laki-laki memandang wanita yang cantik atau sebaliknya, maka yang akan terlintas dalam hati adalah anggapan bahwa dia adalah orang baik, itulah tinggkatan pertama atau yang terendah dari cinta. Betul???

Pada tangga ini jelas yang menjadi penyambung rasa adalah mata, karena tatapan mata lah sehingga menimbulkan rasa dan anggapan.pada tingkatan ini belum terjadi interaksi cinta karena hanya sebatas ekspresi senang dengan seseorang.

Selanjutnya pada tangga kedua seseorang akan merasa takjub/ kagum. Pada tangga ini sudah mulai ada interaksi dengan orang yang dia cintai, ada perasaan ingin selalu bersama dengan orang yang di cintai, selalu ingin berbicara dan lain sebagainya.

Pada tangga ketiga cinta selanjutnya menjadi perasaan Rindu. Hati dipenuhi dengan perasaan gundah gulana ketika jauh dan tak melihat sang kekasih, jiwanya terasa tersiksa jika tidak melihat kekasihnya dan rindu itu akan terobati apabila telah bertemu dengan kekasihnya. Layaknya para penduduk madinah ketika menanti kehadiran sang kekasih Nabi Muhammad SAW, mereka rela berhari-hari menanti ingin berjumpa dengan Rasulullah dan sampai pada saat pertemuan itu tiba mereka merasakan kesenangan yang luar biasa sehingga sembuhlah rasa rindu yang menggebu-gebu hati mereka selama ini.

Selanjutnya tingkatan teratas adalah Kasmaran .pada level ini sesorang akan selalu di penuhi oleh perasaan cinta yang dalam yang membuat seseorang senantiasa ingin bersama dengan kekasihnya baik dalam keadaan sedih ataupun senang, lapang ataupun sempit dan dalam keadaan apapun itu.

Kawan, itu adalah tangga cinta normal yang biasa dilalui oleh manusia, bermula dari pandangan mata yang menimbulkan anggapan baik tentang seseorang kemudian terbesit rasa kagum kepadanya dan setelah itu terasa rindu bila tak berjumpa dengan nya dan akhirnya merasakan rasa kasmaran dimana hati dipenuhi rasa cinta yang mambuat seseorang ingin selalu berada di dekat kekasih hatinya.

Manusia normal akan merasakan tangga itu, jika anda tidak merasakan itu ketika jatuh cinta, maka saya anjurkan segeralah periksa kesehatan hati anda kedokter cinta karena diperkirakan ada gangguan di hati anda. (hehe, tidaklah demikian, saya hanya bergurau saja).

Begitulah cinta kawan, pelan tapi pasti dia merasuki hati kita dengan proses yang terjadi seperti diatas. Bagaikan hujan yang menyirami bumi yang tandus, diawali dengan suara petir dengan awan yang gelap, kemudian gerimis dan menjadi hujan deras.Begitulah cinta.Layaknya metamorphosis yang terjadi pada kupu-kupu, begitulah tangga cinta yang dilalui oleh hati kita. Dari sesuatu yang biasa menjadi hal yang luar biasa (bukan biasa di luar) hehe

SATU KATA SERIBU MAKNA

 


Ketika saya bertemu dengan anak seusia sekolah dasar (SD), saya bertanya kepadanya apa yang dia tahu tentang Cinta lantas dia menjawab dengan santai,”Cinta itu adalah si fulan pacaran dengan si fulanlah”.Singkat padat dan jelas, artinya anak SD memahami dan memaknai cinta itu adalah pacaran. Selanjutnya ketika bertemu dengan anak SMP pertanyaan yang sama saya tanyakan kepadanya dan jawabannya “ Cinta adalah kasih sayang yang diberikan oleh seseorang kepada orang yang dia sayangi baik seorang laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya”. Jawaban kali ini sudah mulai ada hubungan kausalitas (sebab akibat), karena sayang maka seseorang memberikan rasa kasihnya itu pada orang yang dicintai.

Selanjutnya  saya tanyakan lagi pertanyaan yang sama kepada anak SMA dan jawaban yang saya dapatkan adalah “Cinta itu luapan emosi, perasaan dan energy jiwa yang ada pada sesorang yang membuatnya rela malakukan apa saja demi orang yang dia cintai, cinta itulah sebagai dorongan penyemangat bagi sesesorang untuk beraktivitas, misalnya tadinya si A malas belajar tapi karena ingin jadi yang terbaik di mata sang kekesih si A jadi termotivasi dan semakin rajin belajar”. Yah, jawaban yang saya pikir sudah sangat bagus dan sistematis, itu jawaban anak SMA Loh, bagaimana ya jawaban orang dewasa atau mahasiswa?

“Cinta adalah sesuatu yang tak dapat dilukiskan dengan perkataan dan tulisan, sulit untuk menyampaikannya karena dia ada pada hati dan jiwa setiap insan yang sedang jatuh cinta.Cinta itu hanya bisa dirasakan dan dinikmati. Ketika seseorang telah jatuh cinta maka dia akan berubah menjadi seseorang yang disukai oleh orang yang dia cintai baik dari penampilan fisik, tingkah laku, sifat dan lain sebgainya. Itulah hebatnya cinta ketika datang tidak di ketahui kapan waktunya karena rasa itu tiba-tiba sudah ada dalam hatinya”

Wow, itulah jawaban sebagian besar mahasiswa yang saya tanyakan tentang cinta, jawaban yang sistematis, konkrit dan sangat jelas. Yah, saya pikir itulah cinta satu kata yang memiliki beribu makna.Setiap kepala memiliki perbedaan tersendiri dalam mendefinisakannya. Saya dan anda mungkin saja akan berbeda pendapatnya tentang apa itu cinta.

Dr. Khalid Jamil dalam bukunya Ajari Aku Cinta mendefinisakan cinta adalah ungkapan prasaan jiwa, ekspresi hati dan gejolak naluri yang menggelayuti hati seseorang terhadap kekasihnya, ia terlahir dengan penuh semangat, kasih sayang dan kegembiraan. Pada mulanya cinta hanya sekedar iseng lalu mejadi serius, demikian lembutnya arti cinta sehingga tidak dapat di ungkpakan dengan kata-kata.Cinta yang hakikitakkan dapat dimengerti kecuali dengan sebuah pengorbanan.

Lain halnya dengan Mas Udik Abdullah dalam bukunya Manajemen Perasaan  mengatakan cinta adalah termasuk motivator yang kuat dalam jiwa manusia. Dengan cinta manusia sanggup menahan penderitaan ataupun hidup susah, karena cinta itu menuntut pemiliknya untuk mengabdi kepada apa yang dicintainya. Dengan cinta itu pula manusia mau membela yang lemah cinta yang membuat sesuatu itu lebih indah dari kenyataan yang sebenarnya. Cinta adalah anugerah dari Allah kepada Hamba-Nya, agar mereka lebih bias merasakan nikmat dan manisnya sesuatu kesenangan yang Allah limpahkan kepadanya.

Kawan, itu adalah sebagian dari banyaknya pengertian cinta yang ada.Saya sendiri merasakan bahwa cinta itu memang sesuatu yang tidak bisa untuk di mengerti jika kita tidak mengalaminya. Layaknya secangkir kopi yang ada di sebuah meja, kita tidak akan tahu apa rasa kopi itu sampai kita meminumnya. Cinta adalah muara perasaan manusia, segala rasa dan perasaan manusia ada pada cinta dan mengalir ke lautan cinta. Seperti sungai-sungai yang mengalir pada jalurnya yang akan bertemu pada satu titik dilautan yang luas, begitulah besar dan luasnya cinta. Dia mampu merubah perasaan benci menjadi cinta, mampu merubah yang hitam menjadi putih, penakut menjadi pemberani, merubah si gugup menjadi percaya diri, merubah yang lusuh menjadi rapi, merubah si bodoh menjadi pintar dan banyak lagi yang bisa berubah karena cinta.

Hmmm gamana kawan apa sepakat dengan yang saya sampaikan? Jawab saja sepakat yah, kalau tidak sepakat anda bisa hubungi saya dan kita selesaikan secara tuntas dan syar’i (hehehe).

Senin, 28 Oktober 2019

KASIH SAYANG ORANG TUA PENYELAMAT REMAJA

 


(MENYIMAK KENAKALAN REMAJA YANG TAK KUNJUNG USAI)

Oleh : M. Redha Helmi, S.P.d.I

Permasalahan bangsa ini sangat banyak dan tak kunjung usai, mulai dari masalah Ekonomi, Politik, Kemiskinan, TKI, Hubungan luar negeri, pemilu dan masih banyak lagi permasalahan yang melilit bangsa ini. Sampai saat ini ada satu permasalahan yang selama ini penulis lihat belum juga kunjung usai, ya itulah masalahnya kenakalan remaja yang semakin hari semakin menggrogoti kehidupan remaja masa kini.

Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya.

Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan disebut “kenakalan”. Dalam Bakolak inpres no: 6 / 1977 buku pedoman 8, dikatakan bahwa kenakalan remaja adalah kelainan tingkah laku / tindakan remaja yang bersifat anti sosial, melanggar norma sosial, agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri setiap hari siswa SMP dan SMA yang merokok ketika masih berseragam sekolah, keluyuran saat jam sekolah, . Dan Belum lama ini pada sabtu 6 mei 2009 ada 7 remaja yang terjaring oleh Polisi, dengan berbagai alas an yang di ungkapkan mulai dari masalah keuangan dan sebagainya.

Singgih D. Gumarso (1988 : 19), mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum ; (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan ; (1) kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit (2) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin (3) kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll.

Semua permasalahan remaja masa kini akan terus bertambah parah jika tidak ada tindakan yang nyata dari orang tua, pemerintahan dan sebagainya. Ada beberapa faktor yang sampai saat ini terus menjadi pemicu kenakalan remaja masa kini, dintaranya. Pertama, kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua sebagai keluarga. Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang dapat membantu mengatasi kenakalan remaja. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.

Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani. Kemudian tak kalah pentingnya adalah Pengawasan yang intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll, karena media ini sangat mempengaruhi tingkah laku remaja.

Kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua akan membuat anak tersebut menjadi bebas dan hilang arah karena pada masa remaja si anak akAn mengalami goncangan jiwa yang harus senantiasa kita bombing dan kita awasi. Kedua, tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah dan dasar-dasar agama yang kurang. Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.

Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya. Selama ini kita bisa lihat bagaimana anak-anak ketika disekolah, dia menemukan berbagai ciri temannya mulai dari anak yang santun sampai anak yang badung. Sedikit demi sedikit bukan tidak mungkin si anak akan terpengaruh dengan temannya jika bimbigan agama dari sekolah tidak dilaksanakan dengan baik karena jika hanya mengharapkan pelajaran di sekolah tidak lah cukup karena pelajaran pendidikan agama hanya 2 jam perminggu.

Ketiga, tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya, kebebasan yang berlebihan  dan masalah yang dipendam. Kenakalan ini terjadi karena remaja merasa memiliki kebebasan untuk melakukan apapun yang ia inginkan, remaja juga memiliki potensi dan keahlian yang besar namun dia kurang memiliki wadah untuk menyalurkan bakatnya dan masalah yang dihadapinya sering ia pendam sendiri sehingga dia buntu dalam menyelesaikan malasahnya.

Sebagai orang yang dekat atau berada dintara para remaja Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia dan Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya. Dan jika kita sebagai orang tua hendaknya bisa menjadi tempat curhat yang baik dan nyaman bagi mereka sehingga masalah yang mereka hadapi bisa selesai.

Masih banyak lagi factor lain yang saya rasa berpengaruh terhadap kenakalan remaja, jika kita hanya diam saja yakinlah remaja kita pada masa yang akan datang tidak akan memiliki dedekasi terhdapa agama dan bangsa ini. Mulailah dari sekarang berpikir dan bekerja untuk para remaja karena mereka adalah harapan yang menjadi tumpuan agama, keluarga masyarakat bangsa dan Negara. Sebagai orang tua kasih sayang anda adalah motivasi dan kekuatan bagi remaja agar terselamtkan dari pengaruh kerusakan remaja masa kini. Wallahu ‘alam bisswab

Minggu, 19 Juli 2009

KAJIAN TEORITIS PERAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


Gk_g4ul(062)[1] 

Oleh : M. Redha Helmi
Sekretaris Umum KAMMI Daerah Kepulauan Riau

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Berbagai sarana modern industri, komunikasi, dan transportasi, misalnya, terbukti bermanfaat. Dengan ditemukannya mesin jahit, dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan, hanya 23 tusukan per menit (Qardhawi, 1997). dunia hanya perlu waktu beberapa menit saja untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno), orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai Jeddah. Sekarang dengan naik pesawat terbang, kita hanya perlu 12 jam

Subhanallah…

Tapi di sisi lain, tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Elizabetta, seorang bayi Italia, lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli, ternyata disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya, Elenna adik (Kompas, 16/01/1995). Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono, 1995). dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya, menjadi lebih berbahaya, misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry, 1996). Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. tidak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi, kekerasan, perjudian.

Di sinilah, peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk dilihat kembali. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja, seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut.

Paradigma Hubungan Agama-Iptek
Bagaimana hubungan agama dan iptek? Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) jenis paradigma (Lihat Yahya Farghal, 1990: 99-119):

Pertama, paradagima sekuler, yaitu paradigma yang memandang iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat, agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ‘an al tidak dinafikan eksistensinya, tapi hanya dibatasi perannya dalam pribadi manusia dengan tuhannya. Agama tidak mengatur umum/publik. Paradigma ini memandang agama dan iptek mencampuri dan mengintervensi yang lainnya. Agama dan iptek sama terpisah baik secara ontologis (berkaitan dengan pengertian atau hakikat sesuatu hal), epistemologis (berkaitan dengan cara memperoleh dan aksiologis (berkaitan dengan cara menerapkan pengetahuan). Paradigma ini mencapai kematangan pada akhir abad XIX di Barat sebagai jalan keluar dari kontradiksi ajaran Kristen (khususnya teks Bible) dengan

penemuan ilmu pengetahuan modern.

Kedua, paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek. Iptek bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari agama. Paradigma ini mirip dengan paradigma sekuler di atas, tapi lebih ekstrem. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu tidak dinafikan keberadaannya, hanya dibatasi perannya dalam hubungan vertikal manusia dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada (in-exist) dan dibuang sama sekali dari kehidupan. Paradigma tersebut didasarkan pada pikiran Karl Marx (w. 1883) yang memandang agama (Kristen) sebagai candu masyarakat, karena agama menurutnya membuat orang terbius dan lupa akan penindasan kapitalisme yang kejam. Karl Marx mengatakan:

“Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of the heartless just as it is the spirit of a spiritless situation. It is the opium of the people.

(Agama adalah keluh-kesah makhluk tertindas, jiwa dari suatu dunia yang berjiwa, sebagaimana ia merupakan ruh/spirit dari situasi yang ruh/spirit. Agama adalah candu bagi rakyat).

Ketiga, paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah Islam –yang terwujud dalam apa dalam al-Qur`an dan al-Hadits– menjadi qa’idah fikriyah pemikiran), yaitu suatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia (An-Nabhani, 2001). Paradigma ini memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannya berdasarkan Aqidah Islam, bukan lepas dari aqidah itu. Ini kita pahami dari ayat yang pertama kali turun (artinya) : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. [96]: 1).

Ayat ini berarti manusia telah diperintahkan untuk membaca memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan Aqidah Islam (Al-Qashash, 1995: 81). paradigma yang dibawa Rasulullah Saw (w. 632 M) yang meletakkan Aqidah Islam yang berasas Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah sebagai asas ilmu pengetahuan. Beliau mengajak memeluk Aqidah Islam lebih lalu setelah itu menjadikan aqidah tersebut sebagai pondasi dan standar berbagai pengetahun. Ini dapat ditunjukkan misalnya dari suatu peristiwa ketika di masa Rasulullah Saw terjadi gerhana matahari, yang bertepatan dengan wafatnya putra beliau (Ibrahim). Orang-orang berkata, matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim.” Maka Rasulullah segera menjelaskan: “Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian kelahiran seseorang, akan tetapi keduanya termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengannya Allah memperingatkan hamba-hamba-Nya Bukhari dan an-Nasa`i] (Al-Baghdadi, 1996: 10).

Dengan jelas kita tahu bahwa Rasulullah Saw telah meletakkan Aqidah sebagai dasar ilmu pengetahuan, sebab beliau menjelaskan, bahwa fenomena alam adalah tanda keberadaan dan kekuasaan Allah, tidak ada hubungannya dengan nasib seseorang. Hal ini sesuai dengan aqidah muslim yang tertera dalam al-Qur`an:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang berakal.” (Qs. Ali ‘Imran [3]: 190).

Inilah paradigma Islam yang menjadikan Aqidah Islam sebagai dasar segala pengetahuan seorang muslim. Paradigma inilah yang telah mencetak muslim-muslim yang taat dan shaleh tapi sekaligus cerdas dalam iptek. Itulah hasil prestasi cemerlang dari paradigma Islam ini yang dapat dilihat kejayaan iptek Dunia Islam antara tahun 700 – 1400 M. Pada masa dikenal nama Jabir bin Hayyan (w. 721) sebagai ahli kimia termasyhur, Khawarzmi (w. 780) sebagai ahli matematika dan astronomi, Al (858) sebagai ahli astronomi dan matematika, Al-Razi (w. 884) sebagai kedokteran, ophtalmologi, dan kimia, Tsabit bin Qurrah (w. 908) sebagai kedokteran dan teknik, dan masih banyak lagi (Tentang kejayaan iptek Dunia Islam lihat misalnya M. Natsir Arsyad, 1992; Hossein Bahreisj, 1995; Ahmed dkk, 1999; Eugene A. Myers 2003; A. Zahoor, 2003; Gunadi dan Shoelhi, 2003).

Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek

Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek, yaitu aqidah harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Inilah paradigma sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini, Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Diakui atau tidak, umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor dalam segala-galanya; dalam pandangan hidup, gaya hidup, termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang menjelaskan, mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal haram. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan keimanan muslim.

Jadi, yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur’an dan al- Hadits, tapi yang dimaksud, bahwa iptek wajib berstandar pada al qur’an dan al-Hadits. Ringkasnya, al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (dan bukannya sumber (mashdar) iptek. Artinya, apa pun konsep iptek dikembangkan, harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits, dan tidak bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. Jika suatu konsep bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits, maka konsep itu ditolak. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. Berarti, manusia sekarang bukan

manusia pertama, Nabi Adam AS, tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan, Adam adalah manusia pertama, dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu, bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum, 2001). Firman Allah SWT:

“(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani).”

[32]: 7).

Implikasi lain dari prinsip ini, yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek, dan bukan sumber iptek, adalah bahwa umat Islam boleh mengambil iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). Dulu Nabi Saw penggalian parit di sekeliling Madinah, padahal strategi militer itu berasal tradisi kaum Persia yang beragama Majusi

Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek

Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek, adalah bahwa Syariah harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan, adalah telah dihalalkan oleh syariah Islam. Sedangkan iptek yang dimanfaatkan, adalah yang telah diharamkan syariah Islam. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul firman Allah:

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. an-Nisaa` [4]: 65).

Dari uraian di atas dapat dipahami, bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Jadi, paradigm Islam, dan bukannya paradigma sekuler, yang seharusnya diambil oleh Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. Kedua syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. Jadi, syariah Islam bukannya standar manfaat (utilitarianisme), yang seharusnya dijadikan ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik, insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia.

Mari kita simak firman-Nya:

“Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. al-A’raaf [7]: 96).

Wallahu a’lam.

Selasa, 02 Juni 2009

PLN TANJUNGPINANG ANTARA JANJI DAN FAKTA

 

BI 

Oleh : M. REDHA HELMI
Sekretaris Umum KAMMI Daerah Kepri / Aktivis LDK STAI-MU Tanjungpinang

Listik merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat umum apalagi para pengusaha dan pemerintah. Karena setiap kantor menggunakan computer dalam melaksanakan administrasi pemerintahan dan jika listrik tidak nyala maka kerja mereka akan ikut tertunda begitu juga dengan pelaku bisnis dan pengusaha yang tentunnya sangat membutuhkan listrik tidak terlepas dari semua itu mahasiswa seperti saya dan masyarakat umumnya sangat membutuhkan listrik

Permasalah listrik yang sekarang terjadi di tanjungpinang sudah terlalu panjang dan dilematis sekali. 

Di berbagai media telah diberitakan bahwa krisis listrik yang terjadi merupakan kurangnya daya listrik yang sdisebabkan karena mesin yang ada mengalamai kerusakan dan sedang dalam perawatan, selalu itu yang menjadi alsan PLN ketika ditanya mengenai hal ini. Sebagai masyarakat apakah kita hanya menerima begitu saja alas an yang dipaparkan? Berbagai janJi telah diucapkan PLN bahwa semua ini akan diatasi dengan secapatnya pemadaman bergilir yang dilakukan akan dikurangi dan tidak akan dilakukan lagi namun sampai  saat ini pemadaman tetap saja dilakukan bahkan sampai berjam-jam dan ada yang tidak sesuai dengan gilirannya sampai dua atau tiga kali dilakukan pemadaman diderah yang sama.

Didalam mengahadapi permasalahan ini sebagai control social, saya melihat ada beberapa permasalahan yang seharusnya segera kita tuntaskan dalam menghadapi krisis listrik di daerah kita ini. Mana mungkin ada asap jika tidak ada api, semua ini tentunya memilki sebab kenapa krisis ini terus berlanjut sampai sekarang.

Penyebab Terjadinya krisis Listrik

Sebagaimana kita ketahui ada beberapa penyebab utama yang terjadi sehingga krisis listrik ini terus berlanjut. Pertama, krisis listrik yang berkepanjangan ini terjadi karena penyebab utamanya seperti yang pernah diungkapkan oleh Nuryasfin sebagai manejer PLN tanjungpinang adalah masalah investasi, kendala utama adalah masalah pendanaan dan tidak adanya investor hal ini juga disebabkan karena PLN tanjungpinang adalah sebuah rayon yang tidak bisa semudah itu saja menerima investor. Sehingga terjadilah berbagai kekurangan pelayanan karena kurangnya dana .

Kedua,  daya listrik yang dibutuhkan oleh tanjungpinang pada beban puncaknya adalah sekitar 37 MW, hal ini diungkapkan oleh anggota komisi III DPRD Provinsi Rudi Chua beberapa waktu yang lalu. Ini merupakan alas an yang kedua dan alas an klasik sekali yang diungkapkan oleh PLN, setiap pemadaman yang terjadi selalu saja ini menjadi alasan mereka. Padahal ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir ini. Janji selalu diucapkan bahwa kekurangan daya ini akan segera berakhir dan pada bulan juni dan juli PLTU akan mulai dioperasikan namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan PLTU bisa siap beroperasi.

Ketiga, masalah birokrasi dan manajemen PLN. Ini merupakan sebuah penyebab juga yang membuat krisis listrik ini terjadi. Keputusan PLN pusat untuk tetap bermuara pada pusat membuat PLN daerah tidak dapat berbuat banyak sehingga mereka hanya bisa melakukan apa adanya yang bisa mereka lakukan dan kita bisa lihat sendiri beginilah jadinya. Pemadaman pun terus dilakukan. Dalam UU No. 20 tahun 2002 tentang ketenaga listrikan pada BAB IV RENCANA UMUM KETENAGALISTRIKAN Pasal 5 sangat jelas disebutkan bahwa pemerintah daerah menysun rencana umum ketenagalistrikan daerah dan pemerintah menetapkan rencana umum nasionl dengan memperhatikan rencana umum daerah, tapi tanda Tanya besar yang muncul adalah apakah pemerintah kita telah memiliki rencana umum ketenagalistrikan daerah? Dan ternyata sampai saat ini kita belum memilki rancangan umum itu dan kita masih berada pada rancangan umum dari provinsi RIAU.

SOLUSI

Diatas adalah sebagian kecil penyebab krisis ini terjadi, namun masih banyak lagi permaslahan lain yang sebenarnya menjadi penyebab krisis llistrik ini, dan untuk itu ada beberapa solusi yang ingin saya tawarkan dalam menghadapi krisis ini.

Pertama, untuk masalah yang terjadi tentang masalah investasi atau pendanaan hendaknya PLN mulai berpikir untuk tidak bermuara pada PLN pusat dan seharusnya jika tidak PLN pusat membagi menjadi tiga bagian seperti yang di ungkapkan gubernur Kepri Ismeth Abdullan agar manajeman PLN bisa lebih mudah dan memberikan keluasan bagi daerah untuk berbuat.

Kedua, pemerintah dan PLN harus segera menyiapkan PLTU dan memberikan pasokan tambahan energy Listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah harus senantiasa mengawasi proyek pembangunan PLTU diGalang Batang pemerintah harus terus melakukan penekanan kepada PLN agar segera menyiapkan itu semua jika itu tidak dilakukan maka tetap saja PLN dan krisis ini akan terjadi.

Ketiga, masalah birokrasi satu pintu merupakan kendala yang cukup besar juga bagi PLN daerah namun dalam hal ini yang lebih ingin saya tawarakan adalah agar pemerintah segera membuat rencana umum ketenagalistrikan daerah karena selama ini provinsi Kepri masih berada pada rencana umum ketenagalistrikan provinsi Riau. Padahal UU No. 20 tahun 2002 sudah sangatt jelas bagi provinsi ini untuk sudah mulai membuat rencana umum keternagalistrikan daerah. Dalam rencan umum ketenaga listrikan nasional propinsi kepri masih berada pada kawasan Riau kecuali Batam. Ini menandakan bahwa pemerintah harus segera membuat RUKD demi terlaksananya system manajemen listrik yang lebih baik.

Itulah tawaran yang bisa saya berikan sebagia masyarakat. Mungkin masih banyak tawaran lain yang bisa kita lakuakan. Memberikan tawaran bukan saja hanya sekedar konsep, kami akan ikut memantau perkemabnagn listrik di daerah ini. Tentunya Butuh keseriausan baik dari pemerintah maupun PLN dalam menghadapi permasalah krisis listrik yang melanda dan sebagai masyrakat hendaknya kita terus memberikan dukungan kepada pemerintah dan PLN untuk menyelesaikan masalah yang sekarang terjadi.wallahu’alam bissawab

Rabu, 27 Mei 2009

BELAJAR MEMAHAMI SEBELUM MINTA DIPAHAMI

 


(Kajian Pergerakan KAMMI KEPRI)
Oleh: M. REDHA HELMI
Sekum KAMDA KEPRI

“Maka disebabkan oleh rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu “. (QS. AI-Imran: 159)

Melayani adalah tugas setiap muslim. la bagaikan seorang dokter yang siap menyediakan obat mujarab sesuai dengan penyakit yang diderita pasiennya (Hasan Al Banna).

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam berbagai deminsi dan kelebihan serta kelemahan yang ada. Ketika kita melihat kebelakang kita akan tahu banyak kisah yang telah terjadi sebelum kita dilahirkan, banyak peristiwa yang telah diceritakan oleh Allah tentang orang-orang yang beruntung dan orang-orang yang merugi, hanya sekarang tinggal kita yang memilih kemana jejak yang akan kita ikuti. Umat ini memiliki begitu banyak sejarah para aktivis dakwah yang telah sukses mendirikan berbagai pergerakan yang sampai saat ini masih kita rasakan dan kita lihat militansi para kadernya serta komitmen yang dibangun olehnya.

Dalam usaha melakukan penyebaran dakwah ini akan banyak hambatan yang akan kita jumpai, mulai dari masalah internal oraganisasi kita sampai pada masalah diluar organisasi kita. Mulai dari masalah ketika mengajak mad’u untuk bergabung dijalan dakwah ini sampai pada pembinaan para mad;u yang telah kita rekrut. Sebagaimana saya samapaikan di atas Rasululla pada 14 abad silam telah mengajarkan kita bagaimana kita harus bersikap dalam memahami mad’u kita salah satunya ada dalam sebuah kisah.
Pada suatu waktu tiba-tiba seorang Badui buang air kecil di pojok masjid Rasulullah. proses saling melayani. Maka, serentak para sahabat bereaksi keras.Tapi perhatikan apa yang dilakukan Rasulullah, beliau mende¬kati dan dengan kelemah lembutan hatinya dan bertanya, “Tidak kah kamu tahu tempat apakah ini?” dijawab olehnya “Tidak”. Kemu¬dian ditanya lagi “Apakah kamu tahu apa hukumnya air kencingmu?” dijawab olehnya “Tidak tahu”. Maka segera ia meminta salah seorang sahabat untuk membersihkannya.

Begitulah Rasulullah bersikap. la mema¬hami dahulu suasana hati orang Badui tersebut. Sebelum kemudian memberi pengarahan dan penjelasan.Itulah yang disebut dengan mela¬yani dengan hati. Melayani dengan hati adalah menumbuhkan sikap empati, berusaha mema¬hami, baru minta dipahami.

Berusaha melayani dengan hati, artinya kita harus membawa diri kita seperti orang yang ada dihadapan kita, memahami apa yang dibutuhkan oleh manusia di depan mata kita. Kata kunci dalam meIayani dengan hati ini adalah komunikasi. Tampilkan sebaik mung¬kin, jelas, dan lemah lembut serta senantiasa bersedia menyiapkan telinga untuk mende¬ngar keluhan atau kebutuhan orang lain. Sebagaimana kata hati dalam bahasa Inggris ialah Heart yang kalau dipisah menjadi Hear dan Art, berarti seni mendengarkan.

Ini adalah salah satu kisah yang digambarkan oleh rasullah ketika menghadapi objek dakwahnya. Bagaimana dengan kita sekarang? Sudahkah kita memahami objek dakwah yang ada didepan mata kita? Dalam kesehariannya kita sering kali lupa dan lalai untuk melakukan hal yang satu ini. Kita lebih banyak meminta orang untuk memahami kita sementara kita tidak bisa memahami orang lain. Kita bisa bayangkan ketika itu terjadi pada organisasi dakwah ini, sudah barang tentu organisasi ini akan rapuh dan tidak akan mempunyai ketahanan.

Belakangan ini kita melihat pergerakan organisasi dakwah ini sedikit demi sedikit mulai memudar, kader yang demikian banyaknya hilang satu persatu. Kebersamaan yang diikat oleh aqidah tidak lagi menjadi kekuatan dan jiwa organisasi ini. Berkaca pada firman Allah yang tercantum pada pembukaan tulisan ini maka perlu kita telaah kembali dan melihat kebelakang bukan berarti kita harus mundur, tapi kita harus memplajari peristiwa yang telah kita lalui pada waktu yang lalu.

“Maka disebabkan oleh rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikop keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu “. (QS. AI-Imran: 159)

Ayat diatas sudah jelas menggambarkan kepada kita sekiranya kita bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Hati ini kadang bertanya apakah ini karena sikap kita yang terlalu egois dengan pendapat kita sendiri atau apakah ini karena ulah kesombongan kita dalam memimpin? Apakah ini karena bahasa komunikasi kita yang masih belum tepat? Atau adakah hal lain yang terjadi dalam oraganisasi ini?

Saudarku, marilah kita kembali memulai langkah dakwah kita ini dengan kembali meluruskan niat kita. Dakwah ini akan tetap ada dan terus berjalan, jangan jadikan kita sebagai penghalang dan penyebab kemunduran dakwah ini. Cukuplah yang lalu menjadi pelajaran berharga bagi kita. Marilah kita kembali membangun rasa persaudaraan iman kita agar kita lebih kokoh sebagaiman persaudaraan iman antar kaum muhajirin dan anshar, persaudaraan yang tidak dibatasi oleh talian darah, keturunan, ras dan suku. Semoga kedepannya kita akan menjadi orang yang lebih baik.

Jumat, 17 April 2009

UN DI JADIKAN KAMBING HITAM

 

honda1 

Oleh : M. REDHA
HELMI
Sekretaris Umum KAMMI KEPRI

Setiap menjelang akhir tahun ajaran sekolah-sekolah mulai sibuk dengan aktivitasnya untuk melakukan berbagai persiapan menghadapi sebuah evaluasi nasional yang selama ini dikatakan sebagai raksasa yang menakutkan, karena jika tidak lulus dalam evaluasi ini maka usaha pendidikan yang ditempuh selama tiga tahun di bangku pendidikan akan menjadi sia-sia belaka. Ujian Try out mulai marak dilakukan baik dari sekolah maupun dari pemerintah mulai dari tingkat sekolah dasar sampai menengah atas. Setiap tahun standar kelulusan pendidikan semakin meningkat dari tahun sebelumnya, hal ini dilakukan pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia terlepas tercapai tidaknya tujuan ini kia semua bisa menilai itu dengan melihat realita yang ada.

Tapi dalam tulisan singkat ini bukan itu yang akan saya bahas, namun ada hal yang penting yang mesti kita ketahui bersama yakni tentang proses kelulusan Ujian Nasional (UN). Selama ini kita selalu berpikir dan mungkin menyalahkan pemerintah karena telah menggunakan UN sebagai standar kelulusan nasional, tapi sebenarnya UN bukanlah penentu tunggal kelulusan seorang siswa. Selama ini UN selalu dijadikan kambing hitam oleh sekolah-sekolah yang gagal mengikuti UN

tersebut padahal kriteria penilain kelulusan seorang siswa tidak hanya dari UN saja tapi dari beberapa aspek yang diantaranya adalah, pertama, Ujian Sekolah. US merupakan salah satu penentu dalam kelulusan bagi siswa, tapi kenapa tidak pernah dipermasalahkan? Apakah benar siswanya sudah pasti lulus di US? Setiap sekolah tentunya tidak menginginkan siswanya tidak lulus dalam evaluasi akhir sehingga apapun akan dilakukan termasuklah membantu siswa dalam meluluskan ujian sekolah hal ini bisa saja terjadi.

Kedua,Kehadiran siswa dalam mengikuti pendidikan. Kehadiran siswa juga item penting dalam menentukan kelulusan siswa, karena bagaimana mungkin siswa bisa diluluskan jika dia jarang datang kesekolah atau sering bolos dari sekolahnya. Namun sekali lagi saya katakan kenapa hal ini tidak pernah dipermasalahkan? Apakan siswanya tidak pernah bolos atau jarang datang? Di zaman yang seperti ini bukannya psimis tapi melihat realita yang ada kita sering sekali menjumpai siswa yang berkeliaran ketika masih jam sekolah. Hal ini sebenarnya merupakan penilaian yang merupakan penentu kelulusan tapi penilaian ini jarang dilakukan karena sekolah beranggapan bahwa ini merupakan persoalan internal sekolah jadi tidak perlu disampaikan.

Ketiga, Afektif (Tingkah laku siswa) dalam UU No. 20 tahun 2003 jelas sekali bahwa pendidikan itu tidak hanya berdasarkan kemampuan IQ saja tapi SQ juga masuk dalam tujuan pendidikan kita. Tingkah laku siswa merupakan aspek yang termasuk dalam penilaian standar kelulusan pendidikan nasional, namun ternyata bayak kita melihat siswa yang lulus itu  tingkah lakunya tidak mencerminkan tingkah laku yang diharapkan dalam UU No.20 tahun 2003 tersebut yakni ”aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”. Realita yang kita lihat banyak siswa yang lulus adalah siswa yang dikategorikan siswa yang bandel atau sering bikin onar dan lain sebagainya. Apa yang saya katakan bukan hanya sebuah ungkapan tanpa bukti, saya pernah mendengar sendiri dari mulut tenaga pendidiknya bahwa siswa A tidak layak lulus karena sering bikin onar dll. Apa yang akan kita katakan lagi jika hal itu sudah terjadi?

Keempat,Ujian Nasional. UN sebagaimana kita ketahui merupakan standar kelulusan Nasional yang dibuat oleh pemerintah dan yang paling banyak mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Ketika seseorang tidak lulus UN maka siswa tersebut akan dinyatakan gagal atau tidak lulus dalam Ujian Nasional sehingga mudah saja sekolah-sekolah yang ada menyalahkan pemerintah dengan mengkambing hitamkan UN, seolah-olah UN adalah penetu segalanya dan penyebab kegagalan pendidikan padahal sebagaimana saya katakan diatas bahwa kelulusan siswa tidak hanya dinilai dari hasil UN saja.

Keempat unsur yang saya sebutkan diatas merupakan unsur yang menjadi standar kelulusan bagi siswa. sebenarnya yang harus kita pahami adalah UN bukan penentu segalanya. Selama ini para siswa di sekolah telah memahami bahwa UN adalah segala-galanya sehingga ketika menghadapi UN mereka sudah merasa takut lebih dulu dan terjadilah rasa gugup ketika ujian membuat rasa tidak nyaman dan dibayangi rasa takut yang dalam. Padahal seharusnya rasa itu tidak dirasakan siswa jika tenaga pendidik bisa memberikan pemahaman kepada siswa tentang penilain Evaluasi kelulusan ini.

Selama ini sekolah selalu menunggu hasil UN yang merupakan penilain dari pemerintah pusat, jika UN dinyatakan lulus maka siswa itupun akan lulus meskipun sebenarnya dia tidak lulus ujian sekolah, tingkah lakunya tidak baik ataupun kehadirannya yang bermasalah. Karena tidak mungkin sekolah tidak meluluskan siswanya karena gagal ketika ujian sekolah, tidak akan ada sekolah yang tega tidak meluluskan anak didiknya, bahkan ada sekolah yang menghalalkan segalanya cara untuk meluluskan siswanya.

Hal ini adalah gambaran realita pendidikan kita. Selama ini sekolah telah membentuk pikiran kapada masyarakat bahwa UN penyebab segala-galanya padahal bukan UN penyebab segala-galanya. Dalam hal ini saya bukan berarti sepenuhnya mendukung UN tapi kita juga harus memahami usaha yang dilakukan pemerintah dan saya juga melihat UN masih punya banyak kekurang, tapi kekurangan itu tidak seharusnya dijadikan sebagai kambing hitam. Seharusnya sebagai komponen pendidikan kekurangan yang ada pada sistem pendidikan kita harus kita perbaiki bersama bukan malah saling menyalahkan. Sampai kapan kita akan terus saling menyalahkan seperti ini, samapi tahun berapa kita akan menyalahkan UN dan pemerintah? Bangsa lain sudah jauh melangkah sementara

kita masih saja di tempat dan berselisih tentang UN. Marilah kita sama-sama mencari solusi untuk mengatasi masalah pendidikan kita dan kurangi sifat kita untuk mencari kesalahan yang lain. Wallahu’alam bisswab

BELAJAR MEMBANGUN KEMAMPUAN MECINTAI

  Cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan menumbuhkan orang lain. Selanjutnya adalah kemauan baik yang menjembatani gagas...