Rabu, 18 Februari 2009

Krisis Moral Landa Pendidikan Indonesia

 

Batam Pos

Rabu, 18 Pebruari 2009

Oleh : M. REDHA HELMI

Sekretaris Umum KAMMI Daerah Kepulauan Riau

Dalam Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 diungkapkan, yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UU RI No 20 Tahun 2003).

Dari definisi pendidikan tersebut, dengan jelas terungkap bahwa pendidikan indonesia adalah pendidikan yang usaha sadar dan terencana, untuk mengembangkan potensi individu demi tercapainya kesejahteraan pribadi, masyarakat dan negara. Ada banyak permasalahan yang timbul dari UU ini. Benarkah kita telah menyelenggarakan pendidikan? Lantas, bagaimana menjelaskan tindakan premanisme, korup, asusila, dan tindakan amoral dan melanggar hukum lainnya yang justru dilakukan oleh orang-orang terdidik dan dari institusi-institusi dan lembaga terhormat di negeri kita? Di mana letak kesalahan pendidikan selama ini?

Dalam menyikapi realitas pendidikan sebagaimana disinggung, menarik untuk dikaji pula sebuah sikap setengah hati bangsa kita. Di tengah konsensus bahwa sumber krisis berkepanjangan yang dialami bangsa Indonesia adalah krisis moral, tapi krisis ini tak kunjung usai. Di saat seluruh masyarakat dunia sibuk dengan krisis global, kita pun ikut membicarakannya. Padahal ada krisis moral yang lebih parah lagi imbasnya yang bisa menjadi bom waktu bagi bangsa ini yang akan meledak dalam waktu tertentu Belum lama ini wajah pendidikan Indonesia kembali tercorengkan oleh komponen pendidikan itu sendiri.

Ada kasus seorang remaja yang menggadaikan harga diri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sekolah. Ada kasus seorang wakil kepala sekolah yang melakukan pelecehan terhadap siswanya, padahal seorang guru yang seharusnya menjadi teladan, memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap muridnya, malah membuat onar dengan melakukan hal yang tidak pantas dilakukan.

Semua ini terjadi di dunia pendidikan kita. Di sisi lain, ada sebuah klinik dokter yang menjadi tempat aborsi. Telah banyak janin yang tak berdosa dibunuh. Bahkan Indoneisa menjadi negara yang paling banyak melakukan aborsi. Sangat ironis sekali jika kita lihat, klinik yang seharusnya menjadi tempat untuk menyelamatkan nyawa menjadi tempat pembunuhan dan yang lebih menyakitkan hati lagi hal ini dilakukan oleh dokter yang notabene sebagai orang terdidik, yang telah menghabiskan uang puluhan juta ketika menempuh pendidikannya. Jika kita kembali melihat fenomena ini, ada banyak penyebab yang melatarbelakangi terjadinya segala tindakan amoral pada pendidikan kita sehigga krisis moral ini terus berlanjut.

Pertama, di dalam dunia pendidikan kita sekolah yang favorit adalah sekolah yang dapat menghasilkan kelulusan para peserta didiknya dengan nilai yang tinggi, nilai yang lebih berdasarkan pada intelegensi semata. Sehingga guru dan siswa berpacu untuk menjadi yang terbaik dengan lebih mengutamakan IQ semata. Tanpa disadari ternyata hal ini menjadi salah satu penyebab krisis moral yang melanda pendidikan kita.

Karena sekolah-sekolah lebih mengutamakan kelulusan dengan nilai tinggi namun dari sisi spiritualnya tidak begitu diperhatikan. Padahal jika kita bercermin kembali pada UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana di atas, kita akan melihat bahwa tujuan pendidikan itu adalah pembinaan dengan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan.

Jika kita ambil perbandingan maka terlihat jelas bahwa pendidikan kita yang sebenarnya adalah lebih berorientasi pada pembentukan akhlak dan moral. Kedua, internalisasi nilai-nilai agama yang kurang dilakukan oleh para guru dan civitas akademika serta kurangnya keteladanan dari para pendidik. Seorang guru yang yang baik adalah pendidik yang digugu dan ditiru oleh para peserta didik. Guru seharusnya memberikan contoh baik kepada para peserta didiknya, bukan malah sebaliknya memberikan contoh yang buruk. Bagaimana mungkin para siswa akan terdidik dengan baik jika pendidiknya tidak memiliki akhlak yang baik. Bak kata pepatah ”guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Proses pendidikan yang dilakukan saat ini hanya berkutat pada masalah pengajaran, bukan pendidikan moral Ketiga, profesionalisme guru. Guru adalah kompenen yang penting yang menentukan arah pendidikan, profesionalisme guru sangat dibutuhkan dalam melaksanakan tujuan pendidikan.

Seorang guru bukan hanya seorang pengajar yang hanya mengajarkan materi sesuai kurikulum, namun dia harus mendidik para peserta didik dengan nilai-nilai keimanan dan moral yang baik sehingga tujuan pendidikan itu terlaksana dengan baik, tapi kenyataan yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Sebagian kecil guru hanya melaksanakan tugasnya sebatas mengajar materi sesuai kurikulum saja.

Sementara didikan moral serta pembinaan sangat kurang sekali. Inilah yang menjadi pemicu kerusakan moral di dunia pendidikan kita. Untuk itu hendaknya ada uji kompetensi yang dilakukan agar tujuan pendidikan kita bisa terlaksana. Keempat, titel dan gelar menjadi target, sehingga tanggung jawab ilmiah terabaikan. Hal ini banyak terjadi di daerah-daerah dan kampus-kampus.

Sebagian besar mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi banyak yang hanya ingin mengambil gelar dan titel bahkan ada yang malakukan berbagai cara, untuk mendapatkan gelar tersebut. Apa yang akan kita katakan tentang hal ini? Apakan ini sebuah kemajuan bagi pendidikan kita? Tentunya ini adalah kemunduran bagi kita dan krisis moral di dunia pendidikan kita. Ini adalah sebagian penyebab krisis moral yang terjadi di dunia pendidikan kita. Masih banyak lagi penyebab lain yang membuat moral pendidikan kita menjadi hancur. Kembali penulis ingatkan bahwa apapun yang terjadi pada dunia pendidikan kita adalah tanggung jawab kita semua.

Segala krisis moral yang melanda pendidikan kita tidak akan pernah berakhir jika semua permasalahan di atas tidak segera kita selesaikan. Perangkat pendidikan seperti guru, lembaga pendidikan dan lingkungan keluarga adalah faktor yang mempengaruhi segala prilaku manusia yang membentuk watak manusia. Krisis ini akan berakhir dengan kerjasama antara guru, keluarga dan pemerintah jika memang berkomitmen kuat untuk memperbaiki pendidikan kita. Sebanyak apapun anggaran pendidikan yang diberikan pemerintah, jika tidak ada kerjasama yang baik dari pihak sekolah, keluarga dan pemerintah, maka hanya sebuah mimpi saja pendidikan kita akan maju. Wallahu a’lam bissawab. ***

Selasa, 10 Februari 2009

ISLAM YES PARTAI ISLAM OK….!!!

 

image415 

Oleh : M. REDHA HELMI
Sekretaris Umum KAMMI Daerah KEPRI dan
Aktivis Mahasiswa STAI-MU Tanjungpinang

Dalam perkembangan sejarah politik Pemilu telah diadakan sebanyak sembilan kali, mulai dari tahun 1955 sampai dengan tahun 2004 dan selama itulah di Indonesia telah mulai banyak melahirkan para pemikir-pemikir dan para pakar-pakar politik. Parta-partai politik mulai bermunculan mulai dari yang sosialis, religius, nasionalis dan lain sebagainya. Dunia politik sudah mulai degemari oleh sebagian masyarakat Indonesia, apalagi ketika reformasi tahun 1998 ketika runtuhnya kekuasaan Presiden kedua NKRI. Para poltikus mulai bermunculan dengan lambang dan warna partai serta ciri khas masing-masing dari mereka.

Sekarang Indonesia akan memasuki Pemilu secara langsung,pemilu yang sudah dinanti-nantikan oleh para elit politik yang sudah haus dengan kekuasaan dan orang-orang yang sudah rindu dengan kesejahteraan masyarakat. Pemilu 2009 sudah diambang pintu tinggal beberapa bulan lagi pesta demokrasi ini akan dilangsungkan di Negara yang kita cintai ini.

Mungkin masih segar di ingatan kita tentang bagaimana seorang tokoh mahasiswa yang idialis memproklamasikan tentang sebuah statement ”ISLAM YES PARTAI ISLAM NO” sungguh sebuah statement yang sangat menyakitkan hati para aktivis Islam yang pada saat itu sedang memperjuangkan Islam untuk bisa ditegakkan syari’atnya di bumi Indonesia ini. Jika bukan partai Islam lantas kendaraan partai apa yang akan kita pilih? Indonesia adalah negara demokrasi untuk menjadi wakil rakyat yang akan memperjuangkan aspirasi masyarakat maka kita harus mengikuti pemilu dengan menggunakan kendaraan parpol.

Penulis sengaja menulis dengan judul “Islam Yes Partai Islam Ok” bukan berarti ingin melawan statement diatas, tapi sebagai control of social penulis hanya menjalankan tugas untuk mengontrol keadaan social masyarakat. Saat ini kita sudah melihat begitu banyak partai-partai Islam yang telah bermunculan di Indonesia ini apalagi pada tahun 2009 ini dari 44 partai yang menjadi peserta pemilu terdapat delapan partai yang menggunakan idiologi, lambing dan secara tegas menyatakan sebagai partai Islam. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat karena sudah banyak orang-orang islam yang peduli dengan pemilu meskipun masing-masing membawa kepentingan tersendiri.

Pemilu 2009 nanti merupakan pemilu yang membingungkan bagi sebagian masyarakat karena terlalu banyak partai yang akan dipilih bahkan ada yang berniat akan golput dalam pemilu nanti, padahal sebenarnya hal itu tidak selayaknya dilakukan dan MUI telah mengharamkan tindakan golput.

Pada kesempatan ini, penulis menyarankan ada beberapa hal yang harus kita lakukan ketika ingin memilih pada pamilu 2009. terutama bagi pemilih yang ingin memilih dan mendukung partai Islam, karena tidak semua partai Islam bisa kita pilih. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menilai partai Islam seperti apa yang layak kita dukung.

Pertama, memiliki Visi Misi yang jelas dalam usaha kemakmuran bagi masyarakat yang dilaksanakan dengan nyata. Setiap parpol memiliki visi misi masing-masing, secara program kita mesti tahu visi misi dari setiap parpol karena visi misi adalah sebuah tujuan yang akan dicapai oleh parpol tersebut, namun apalah artinya visi misi yang memihak rakyat tapi hanya tertuang di selembar kertas yang tanpa ada hal yang dibuat untuk mewujudkannya.

Kedua, komponen yang ada dalam organisasi partai tersebut betul-betul menerapkan kewajiban Islam secara Umum. Yang dimaksud kompenen disini adalah pimpinan dan seluruh jajaran  yang ada di partai tersebut. Kenapa harus kewajiban umum yang menjadi ukuran seperti Shalat bejama’ah, puasa, dan seterusnya? Karena kualitas sesorang dapat dinilai dari ketaatannya dalam melaksanakan perintah Allah. Karena apabila orang-orang yang ada dalam partai tersebut benar-benar melaksanakan syari’at dengan baik, maka kemungkinan kejahatan yang dilakukan akan semakin berkurang dan tentunya orang dan partai tersebut mampu menjadi wakil rakyat yang amanah dan memihak rakyat.

Ketiga, sistem yang ada pada partai tersebut. Setelah visi misi dan komponen pengurus partai, maka selanjutnya adalah sistem partai tersebut karena untuk mencapai visi misi dan kepribadian komponen partai yang baik itu terdapat pada sistem yang mengatur partai tersebut. Aturan-aturan partai yang tersusun dengan baik akan melahirkan komitmen yang kuat dari para kadernya untuk mewujudkan visi misinya dan melahirkan orang-orang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajibannya sebagai wakil rakyat

Keempat, partai adalah sarana untuk berdakwah menyampaiakn syari’at Islam bukan dakwah islam sebagai sarana partai untuk mendaptkan kekuasaan. Masyarakat di tuntut jeli dalam masalah yang satu ini karena kita sering mendengar dan melihat setiap partai Islam menampilkan para tokoh dan kiayinya serta mengaku sebagai partai dakwah namun kenyataan dilapangan belum tentu benar, jadi pemilih harus jeli melihat hal ini. Lihatlah bagaimana realias dilapangannya apakah benar partai itu melaksanakan dakwah atau hanya sekedar cara untuk memperoleh suara.

Mungkin masih banyak lagi criteria partai Islam ideal yang bisa kita nilai dan penulis yakin masyaakat juga sudah memiliki criteria tersendiri tantang bagaimana parpol Islam ideal yang akan dipilih, namun Apa yang penulis paparkan dalam tulisan ini merupakan pemikiran dari penulis, jadi bisa benar dan bisa juga keliru serta bisa di ikuti dan bisa tidak di ikuti. Namun sekali lagi penulis hanya mencoba membantu mencerahkan pemikiran kita tentang partai Islam ideal yang harus kita pilih.

Dalam beberapa tahun terakhir ini memang sering kita melihat berita tentang bagaimana kriminalitas yang dilakukan oleh anggota dewan dari partai-partai Islam mulai dari korupsi, asusila dan lain sebagainya, tapi itu semua bukan berarti menggambarkan bahwa orang partai Islam adalah orang yang bermasalah semua. Mungkin ditengah masyarakat ada rasa jengkel yang begitu mendalam terhadap para pelaku politik apalagi parai Islam yang melakukan tindakan criminal,tapi jangan sampai hanya karena orang tertentu lantas kita menilai semua orang sama dan semua partai itu sama saja penipunya. Hendaknya sebagai masyarakat yang beriman kepada Allah kita harus tahu dengan jelas siapa yang kan kita pilih nanti sehingga akan mengurangi kekecewaan masyarakat tehadap politik dan bahkan dapat menghilangkan kekecewaan masyarakat yang selama ini telah dilukai oleh wakil mereka.

Akhirnya penulis hanya bisa menyampaikan bahwa partai tidak semuanya sama masing-masing punya karakter dan ciri khas tersendiri, jadi sebelum menentukan pilihan kenalilah partai dan orang yang akan anda pilih, bisa dengan kriteri yang penulis paparkan atau criteria yang lainnya agar kita tidak menyesal di masa yang akan dating dan marilah kita dukung pemilu 2009 anti dengan mengatakn Islam Yes Partai Islam OK. Wallahu ‘alam bissawab***

Senin, 02 Februari 2009

Pemilu 2009 Perang Iklan Politik

 

Batam Pos Senin, 02 Pebruari 2009

Oleh: M. Redha Helmi

Sekum KAMDA Kepulauan Riau

Pemilu Legislatif tinggal beberapa bulan lagi. Seluruh Partai Politik yang menjadi peserta pemilu semakin genjar melakukan berbagai kegiatan-kegiatan sosial untuk mencari simpati dari masyarakat. Aktivitas yang semulanya jarang dilakukan kini sudah mulai sibuk. Rumah yang awalnya kosong tanpa penghuni sekarang sudah mulai dipernik dengan warna partai dan lambang partai. Bendera-bendera partai masih berkibar di sepanjang jalan di kota-kota besar maupun kecil.

Suasana seprti ini menambah gairah pesta demokrasi 2009 Berbagai upaya telah dilakukan oleh para elit politik untuk mensosialisasikan partainya kepada masyarakat dengan harapan masyarakat simpati dengan pertainya. Para elit partai politik mulai melakukan berbagai cara dengan mengeluaran biaya habis-habisan untuk meraih kemenangan di pemilu 2009 nanti. Pemilu presidenpun ikut mewarnai pesta demokrasi yang sudah diambang pintu ini. Berbagai iklan parpol dan capres mulai bermunculan di televisi dengan menampilkan berbagai program unggulan mereka bahkan mereka tidak segan-sega untuk mengkritik lawan politiknya. Akhir-akhir ini di beberapa media cetak dan elektronik mulai muncul berbagai Iklan yang dilakukan oleh para pembesar partai.

Bahkan Presiden dan Wakil presiden pun mulai melancarkan serangan merebut simpati rakyat dengan mengungkit-ngungkit jasa mereka saat memimpin bangsa ini. Presiden SBY mengandalkan program turunnya BBM sebanyak tiga kali sebagai ukuran keberhasilan dan keterpihakannya kepada masyarakat, padahal semua itu sudah kewajiban seorang pemimpin yang sebenarnya dan tidak perlu di ungkit dan jadikan sebagai ajang merekrut simpati dari rakyat.

Melihat hal ini Wakil presiden juga tidak mau kalah, JK mulai melancarkan iklan tentang ekspor beras yang akan dilakukan oleh Indonesia dan swasembada beras berkat perjuangan para dewan dari partainya yang telah berhasil memperjuangkan itu semua,padahal sekali lagi penulis katakan bahwa itu semua memang sudah kewajiban wakil rakyat untuk memperoleh apa yang menjadi hak rakyat. Kemudian calon prsiden Megawati Soekarno Putripun Mulai ikut berperang dengan menawarkan program 100 hari semabako murah, berbagai tawaran program dilakukan untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat.

Bahkan secara gamblang putri Proklamator Indonesia ini tidak segan-segan mengkritik pemerintahan SBY dengan mengatakan pemrintahan SBY seperti permainan yoyo. Halida Hatta putri mantan Wakil Presiden pertama Indonesiapun ikut turun lapangan dengan menghadirkan tokoh sang ayah dan menawarkan perjuangan baru untuk kesejahteraan rakyat indonesia.

Apa yang penulis paparkan diatas merupakan sebuah hal yang telah terjadi pada bangsa ini. Apa dan siapa yang akan menjadi pilihan rakyat pada 2009 nanti semuanya masing sebuah tanda tanya yang besar bagi kita. Selaku rakyat biasa penulis menilai apa yang dilakukan oleh para elit politik ini merupakan suatu hal yang seharusnya tidak dilakukan. Sebagai pemimpin sudah selayaknya ia menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya bukan lantas minta di puji lagi karena telah memberikan hal yang baik rakyatnya.

Para pemimpin partai politik melakukan kampanye iklan ini telah mengeluarkan tenaga biaya dan waktu bahkan status sosialnya. Kita bisa melihat ini semua ketika terajdinya perselisihan antara presiden SBY dan Capres Megawati. Sadar atau tidak iklan politik yang telah mereka lancarkan bisa menjadi bumerang yang suatau saat nanti akan menyerang mereka sendiri dan merusak citra bagi mereka. Bagi masyarakat perang iklan yang terjadi saat ini merupakan suatu hal yang tak layak karena sudah ada indikasi untuk saling menjatuhkan satu sama lainya. Padahal masih banyak permasalahan bangsa ini yang harus diselasaikan dan membutuhkan persatuan dari semua pihak dan kalangan. Bagaimana mugkin bangsa Indonesia akan maju,jika pemimpin dan rakyatnya saling menjatuhkan.

Bagaimana mungkin akan tercipta pamilu yang bersih, aman dan tentram jika pesertanya yang seharusnya menjadi figur dan teladan rakyat saling menjatuhkan. Saat ini rakyat Indonesia membuthkan para pemimpin yang berjiwa pahlawan. Pahlawan yang memiliki kemampuan diluar dari batas manusia biasa, orang yang berjuang untuk kepentigan umat bukan hanya kepentingan pribadi atau golongannya. Pemimpin yang berjiwa kesatria yang berkorban untuk kepentingan rakyatnya. Pemimpin yang tidak datang ketika ada perlu dengan rakyat dan meninggalkan rakyat dengan begitu saja ketika keinginannya telah terpenuhi.

Rakyat indonesia sudah lelah dengan politik seperti ini. Para pejabat yang datang dengan segudang program dan berjuta janji manis, namun janji hanya tinggal janji setelah hasratnya terpenuhi mereka lupa dengan orang yang talah mengantarkan mereka kepada kursi panasnya. Apakah hal seperti ini akan terus mewarnai kehidupan politik bangsa ini? Jika hal ini terus terjadi maka yakinlah pemilu 2009 nanti akan banyak rakyat yang golput karena memang rakyat sudah bosan dengan janji-janji semu kampanye para elit politik. Para calon pemimpin parpol berasumsi bahwa lebih banyak dikenal maka peluang dipilih lebih banyak tapi padahal itu semua bukanlan penentu bagi mereka karena semua keputusan ada di tangan rakyat.

Lantas apa yang akan menjadi pilihan rakyat jika pemimpin bangsa ini sudah berani menawarkan diri untuk memimpin bangsa ini? Apakah rakyat akan memilih partai iklan terbanyak dan terbaik atau rakyat memilih partai yang selama ini telah ada berjuang demi kepentingan mereka tanpa pamrih? Yah itu semua ada di tangan rakyat tanggal 9 April ada penentu bagi masa depan partai peserta pemilu 2009 ini. Jika rakyat indonesia memilih partai yang bagus iklannya maka beruntunglah partai tersebut, tapi sebaliknya jika rakyat tidak terpengaruh dengan iklan maka siap-siaplah untuk menerima kekalahan. Wallahu ’alam bissawab. ***

Sabtu, 31 Januari 2009

Mengapa Rokok Diharamkan?

 Batam Pos
Sabtu, 31 Januari 2009 
 

Oleh: M.Redha Helmi
Sekum KAMMI Kepri

Setelah dikeluarkannya fatwa MUI tentang haramnya rokok dengan kriteria tertentu yakni, anak-anak remaja, wanita hamil, merokok di tempat umum dan haram bagi pengurus MUI merokok mengundang berbagai kontroversi di kalangan masyarakat. Pengurus Besar Nahdatul Ulama menyatakan bahwa merokok tetap makruh hukumnya karena haram yang difatwakan oleh MUI hanya bagi kalangan tertentu dan bahayanya masih relatif tidak seperti minuman khamar dll..

Apapun yang menjadi kontroversi itu sebagai masyarakat umum penulis menanggapi dengan respon yang sangat positif. Fatwa yang dikemukakan MUI tentuya berlandaskan dengan pemikran-pemikiran dan pengkajian yang dalam. Tentunya ada hal yang membuat MUI mengeluarkan fatwa ini, sama halnya tentang haramnya golput tentunya semua ini bukan hanya sekadar mencari sensasi belaka. Sebagai penerus risalah para rasul tentunya MUI tetap memberikan rambu-rambu kepada masyarakat umum tentang syari’at yang diajarkan oleh Islam

Dalam tulisan singkat ini penulis mengajak kita semua untuk mencoba melihat dampak yang timbul dari rokok, kenapa sampai MUI berani menfatwakan bahwa rokok haram. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita jadikan rujukan kenapa rokok harus haram.

Pertama, merokok adalah perbutan yang dipandang sebagai hal yang sia-sia karena tiap asap yang dihisap oleh perokok merupakan racun bagi perokok itu sendiri, dampak mudhartnya lebih banyak dari pada manfaat. Dalam ajaran Islam hal yang membawa mudharat lebih banyak dari pada manfaat adalah harus dijauhi atau lebih kerasnya adalah haram, sama halnya Allah mengharamkan khamar sebagaimana tertera pada Al-Quar’an surah Al- Baqarah ayat 219 yang artiya :

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya………….”( Q.S Albaqarah :219)

Dalam ayat ini jelas disebutkan bagaimana dampak dari khamar dan judi lebih besar dosa ketimbang manfaat. Sama halnya dengan rokok, setiap batangan rokok mengandung racun yang berbahaya bagi perokok aktif (orang yang merokok) dan perokok pasif (tidak merokok,tapi terhirup asap rokok), ribuan zat kimia berbahaya terdapat dalam rokok tersebut, jadi jelaslah bahwa rokok tidak layak untuk di konsumsi apalagi untuk ibu hamil, anak-anak serta merokok di tempat umum. Meski bahayanya tidak langsung dirasakan si perokok, namun dampaknya tetap akan berimbas pada perokok aktif dan pasif. Tidak ada untungnya menghisap rokok, mungkin bagi sebagian kalangan merokok ada yang berpendapat bahwa rokok dapat memberikan ketenangan baginya tapi perlu kita ingat kembali bahwa ketenangan yang sebenarnya itu adalah mengingat dan zikir kepada Allah bukan rokok.

Kedua, seperti yang dipaparkan tadi secara kesehatan rokok sudah jelas merugikan individu dan masyarakat,kemudian selanjutnya secara ekonomi rokok juga sangat merugikan karena harga rokok yang relatif mahal kerimbang sembako. Menurut prasurvey yang penulis lakukan disetiap kegiatan dan acara-acara umum di perkampungan biasanya panitia itu banyak mengeluarkan uang rokok dari pada uang konsumsi padahal uang yang digunakan untuk membeli rokok sama saja dibakar dan di buang. Secara ekonomi jika kita hitung keuntungan dari orang yang tidak merokok akan lebih banyak dari pada yang merokok. Bayangkan saja jika setiap harinya kita harus membakar uang kita sejumlah Rp. 15.000 hanya untuk membeli rokok, jika uang itu kita tabung atau kita simpan maka tiap bulannya kita akan mengumpulkan uang sejumlah Rp. 450.000/Bulan. Bayangkan betapa banyaknya pengeluaran yang kita lakukan hanya untuk merokok. Kita hanya akan membakar uang kita dengan sia-sia.

Ketiga, secara sosialnya dampak yang bisa ditimbulkan cukup berbahaya. MUI mengharamkan merokok di tempat umum dikarenakan di tempat umum banyak terdapat berbagai lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai lansia (lanjut usia). Bagi perokok aktif mungkin merokok di tempat umum sudah hal yang lumrah tetapi Agama Islam mengajarkan hidup untuk toleransi terhadapa sesama manusia. Asap yang ditimbulkan dari rokok dapat mengganggu kesehatan orang lain yang berada di tempat umum. Kemudian, mungkin kita masih ingat tentang bagaimana kasus pencurian yang dilakukan oleh seorang pemuda yang hanya ingin membeli sebatang rokok. Apa yang akan anda katakan tentang hal ini? Apakah masih bisa dikatakan makruh jika untuk memnuhi hasrat merokok saja harus mencuri. Itu hanya sebagian kriminalitas kecil yang dilakukan masyrakat umum yang hanya ingin menghisab racun rokok.

Keempat, dari pandangan dunia pendidikan kita juga bisa melihat bagaimana pengaruh rokok bagi para pelajar. Saat ini kita semua bisa melihat baik di televisi maupun di daerah kota Tanjungpinang yang kita cintai ini. Banyak sekali para pelajar yang menghisab racun 9 cm itu ( rokok), bahkan saat jam sekolahpun kadang-kadang ada terlihat pelajar yang ngumpul-ngumpul dan merokok bersama dengan menggunakan seragam dinas sekolah. Bagaimana mungkin hal ini akan terus kita biarkan, pelajar yang menjadi harapan bangsa sibuk dengan ngumpul bersama menghisab racun rokok dan akhirnya bisa saja membawa ke arah yang lebih jauh lagi yakni narkoba. Siapa yang bisa menjamin pelajar yang pecandu rokok akan terhindar dari pengaruh narkoba? Tentunya kejahatan itu dimulai dari hal yang kecil sehingga dengan keberanian dan rasa ingin tahunya lantas mencoba hal yang lebih.

Itu semua adalah sebagian kecil dampak yang bisa kita kaji dari berbagai sisi dan masih banyak lagi kerugian lain yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi para perokok dan masyarakat lainya. Bagi para perokok yang sudah kecanduan dengan rokok menolak dengan keras tentang fatwa MUI ini karena mereka menganggap ini hanya sebuah cara bagi MUI untuk mencari sensasi dan bahkan ada yang tak perduli sama sekali dengan fatwa ini. Merokok merupakan sebuah kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging di kalangan masyarakat kita, mulai dari kalangan anak-anak sampai orang tua, laki-laki dan wanita menkonsumsi rokok meski sudah jelas tertera dikotak rokok tentang bahayanya namun tetap saja tidak di gubris sama sekali

Apapun yang kini telah di fatwakan MUI sebagai orang yang beriman dengan ajaran Islam maka kita harus mentaatinya dan mendukung apa yang dilakukan oleh MUI. Meskipun sebenarnya keputusan ini masih menimbulkan kerancuan tapi tindakan yang telah dilakukan MUI merupakan sebuah langkah yang tepat melihat kondisi yang terjadi saat ini. Jika bisa memberikan saran dan masukan penulis menyarankan agar fatwa ini tidak hanya sekedar fatwa namun dibuat sebuah PERDA yang mengatur tentang masalah ini, karena fatwa sekeras apapun akan tetap saja dilanggar jangan kan Fatwa MUI, perintah Allah yang jelas dalam Al-Qur’an tentang  mengharamkan judi dan khamar saja msih banyak dilanggar oleh manusia. Akhirnya penulis mengajak para pembaca sekalian, marilah kita dukung bersama tentang fatwa-fatwa MUI. Wallahu a’lam Bissawab. ***

Kamis, 22 Januari 2009

Pilih Caleg yang Dekat Dengan Tuhan

 

Jelang Pemilu 9 April 2009

Oleh : M. REDHA HELMI

Sekum KAMMI Kepulauan Riau

Panca keputusan MK tentang sistem suara terbanyak membuat suhu pemilu semakin memanas, hal ini jelas terlihat dan kita rasakan. Disepanjang jalan kota terpampang berbagai macam warna bendera parpol, foto para colon legislatif mulai dari baliho kecil sampai yang berukuran sangat besar. Semuanya menggambarkan betapa antusianya para peserta pemilu untuk memenangkan pemilu 2009 nanti,uporia ini tidak hanya terjadi di daerah perkotaan namun di desa-desa kecilpun sangat terasa sekali nuansa politik Pemilu 2009.

Beberapa waktu yang lalu orang nomor satu di Kota Gurindam ini yakni Walikota Tanjungpinang Ibu Hj. Suryatati A Manan menyerukan kepada para calon legislatif agar mendekatkan diri dengan Tuhan agar siap menerima kemenangan ataupun kekalahan dalam pamilu 2009 nanti. Peristiwa ini mengingatkan penulis tentang kisah Khalifah Umar Bin Khattab ketika ingin memilih seorang Gubernur. Saat itu sebelum beliau memilih, Khalifah Umar Bin Khattab menyebarkan selebaran yang mengatakan bahwa beliau akan memilih Gubernur yang dekat dengan Allah yang indikasinya adalah orang yang rajin melaksanakan shalat di masjid. Pernyataan ini dilanjutkan oleh Khalifah Umar dengan mengatakan alasanya memilih seperti itu karena bagaimana mungkin seorang manusia itu bisa di percaya jika dengan Allah Yang Maha Tahu, Yang Maha Melihat Segala tindakan manusia saja dia berani berbohong apalagi dengan atasan dan rakyatnya yang sama-sama manusia.

Pernyataan Khalifah tersebut sangat masuk pada logika manusia, memang benar apa yang beliau katakan manusia yang tidak taat kepada Sang Khalik adalah manusia yang tidak bisa di percaya. Dihadapan Allah saja dia tidak melaksanakan perinah Allah yang telah Menciptakannya apa lagi perintah atasan dan rakyatnya. Pemillu 2009 adalah salah satu ajang pesta demokrasi yang akan dilalui oleh masyarakat Indonesia. Harapan perubahan kearah yang lebih baik selalu menjadi harapan segenap rakyat.

Bercermin dari kisah Khalifah Umar bin Khattab di atas maka ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kisah ini menjelang pemilu nanti yakni keputusan Khalifah Umar dalam memilih Gubernurnya,belaiu memilih orang yang rajin shalatnya hal ini mengisyaratkan pada kita bahwa pemimpin yang baik adalah yang dekat dengan Tuhannya sama halnya sperti yang telah dikatakan oleh ibu Walikota Tanjungpinang Hj. Suryatati A Manan. Orang yang dekat dengan Allah akan senantiasa ingat akan amanah yang ada pada pundaknya, setiap apa yang akan dilakukannya senantiasa ia niatkan sebagai ibadah buatnya karena memang manusia di ciptakan didunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dalam pertarungan pemilu nanti sebuah kepastian bagi kita adalah kemenangan dan kekalahan. Seyogyanya semua orang pasti siap dan bisa menerima sebuah kemenangan namun sebuah kekalahan tidak semua orang bisa menerimanya. Jika kita kembali melihat keadaan yang terjadi saat ini ada sebuah kebimbangan yang dirasakan oleh rakyat kita. Melihat begitu besarnya pengeluran materi yang dilakukan oleh para caleg membuat kekwatiran masyarakat muncul akan adanya usaha pengembalian modal yang akan dilakukan para caleg apabila lolos menjadi Anggota DPR. Jika hal ini terjadi maka harapan perubahan yang lebih baik akan semakin jauh.

Ada beberapa alasan kenapa penulis menyerukan untuk memilih caleg yang dekat dengan tuhan. Alasan pertama,orang yang dekat dengan Tuhan adalah orang yang senantiasa membersihkan jiwanya (tazkiatun nufus) sebagaimana orang-orang shaleh dahulu. Dia akan senantiasa ingat akan amanah yang ada padanya yakni sebagai wakil dari rakyat yang harus melayani rakyatnya bukan minta dilayani oleh rakyat. Jika kita kembali melihat realita banyak sekali anggota DPR dan DPRD yang selalu minta dilayani dengan uang rakyat, rapat di hotel-hotel megah yang hanya menghamburkan uang rakyat dan mungkin masih banyak lagi kezaliman yang dilakukan oleh para wakil rakyat .

Alasan kedua,kenapa harus pilih caleg yang dekat dengan tuhan karena niatnya adalah untuk kepentingan umum bukan pribadi ataupun golongan. Setelah terpilih dia tidak akan menjadikan kursi dewan sebagai penghasilannya atau sebagai ajang untuk mengumpulkan harta kekayaan bahkan sebaliknya dia akan menyalurkan uang rakyat sesuai pada porsinya dan untuk rakyatnya. Akan tersalurkanlah segala kebutuhan rakyat yang diinginkan dan insya Allah akan mensejahterakan rakyatnya. Korupsi yang selama menjadi penyakit dan iab bangsa yang telah menggerogoti kursi dewan dan pemerintahan akan terkikis jika pemerintah dan wakil rakyatnya dekat dengan sang Khalik

Alasan ketiga, Caleg yang dekat dengan Tuhan adalah orang yang mampu menggunakan fasilitas yang ia punya sebagai sarana untuk mensejahterakan rakyat bukan kesejahteraan pribadi ataupun kelompoknya. Ketika duduk di kursi dewan nanti dia akan mendapatkan berbagai fasilitas untuk mempermudah pekerjaannya, namun sebagai mana kita lihat sekarang fasilitas itu hanya sedikit sekali yang diguakan untuk kepentingan rakyat bahkan kebanyakan digunakn untuk kepentingan pribadi belaka, hal ini terjadi karena banyak dewan kita yang tidak dengan dengan tuhan. Untuk lebih nyatanya kisah  Khalifah Umar bin Abdul Aziz merupakan contoh nyata bagi kita, ketika beliau menjadi khalifah dalam waktu kurang lebih tiga tahun beliau mampu memberantas kemiskinan, bahkan Badan Amil Zakat (BAZ) tidak mampu mencari rakyat miskin sebagi penerima zakat dan diceritakan pada suatu malam beliau sedang bekerja dirumahnya tiba-tiba datang seorang sahabat yang ingin membicarakan tentang hal pribadi kepada beliau dan ketika itu juga beliau mematikan lampu yang ia gunakan pada saat itu dan sang sahabat bertanya kepada beliau kenapa mematikan lampunya lantas beliau menjawabnya dengan tenang dan berkata ”lampu ini adalah milik rakyat sedangkan kita akan berbicara hal pribadi jadi tak patut kita gunakan lampu ini hanya untuk urusan pribadi”, ini merupakan kisah yang nyata dari seorang pemimpin yang dekat dengan Allah SWT dan bukan sebuah dongeng belaka.

Alasan yang keempat, kenpa harus memilih Caleg yang dekat dengan Tuhan adalah karena orang yang dekat dengan tuhan akan selalu merasa di awasi oleh Allah Yang Maha Melihat sehingga akan terhindar dari melakukan perbuatan maksiat, sebagai mana yang tejadi saat ini. Kita melihat banyak sekali para yang anggota dewan yang katanya terhormat tetapi malah menghinakan institusinya sendiri. Beberapa waktu lalu masih terngiyang di telinga kita tentang kasus suap yang menimpa salah satu anggota DPR RI, kasus asusila tentang perselingkuhan anggota DPR RI, tidak hanya satu orang bahkan lebih dari itu. Ini adalah gambaran yang diberikan oleh Allah SWT bahwa orang yang melupakan Allah akan lupa dengan dirinya sendiri. Apakah kita akan terus berdiam diri melihat wakil rakyat seperti ini? Tentunya kita berharap tidak demikian.

Masih banyak alasan lain yang menjadi dasar bagi penulis kenapa kita harus memilih pemimpin yang dekat dengan Tuhan. Gambaran penomena yang terjadi di pemerintahan kita sudah cukup menjadi pelajaran bagi kita agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Caleg yang tidak dekat dengan Tuhan akan menghalalkan segala macam cara untuk menggapai apa yang dia inginkan. Apapun akan dilakukan asalkan lolos menajdi anggota dewan. Dan jika terpilih nanti maka dia akan menggerogoti uang rakyat, dia akan mengeruk uang rakyat sebagai ganti terhadap pengeluaran yang ia lakukan pada saat masa kampanye yang lalu. Jika hal itu terjadi maka rakyat akan kembali sengsara.

Dalam kesempatan ini penulis menyerukan kepada para masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Provinsi Kepulauan Riau agar berhati-hati dalam menentukan pilihan pada pemilu 2009 nanti karena pilihan ini akan menentukan bagaimana bangsa ini lima tahun yang akan datang. Rakyat hendaknya jeli dalam memilih jangan mudah tergoda dengan iklan kampanye, pesona wajah para caleg, penampilan, uang yang diberikan dll, tapi lihatlah bagaimana hubungannya dengan Sang Khalik dan kehidupanya dengan masyarakat karena hal itulah yang akan menunjukkan kewibaan dan kharisma pemimpin sesungguhnya. Ingatlah jangan hanya uang lima puluh ribu kita korbankan lima tahun. Terakhir harapan penulis semoga rakyat bisa menentukan pilihan kepada orang yang tepat, sehingga harapan kita untuk hidup sejahtera dapat terwujudkan.***)

BELAJAR MEMBANGUN KEMAMPUAN MECINTAI

  Cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan menumbuhkan orang lain. Selanjutnya adalah kemauan baik yang menjembatani gagas...