Segala
peristiwa bermula dari pandangan mata
Jilatan
api bermula dari setitik api
Berapa
banyak pandangan yang membelah hati pemiliknya
Laksana
anak panah yang melesat dari busur
(Ibnu
Qayyim Al-Jauziyyah)
Mata adalah panglima dalam diri manusia,
hampir segala perasaan dan prilaku kita awalnya di picu oleh pandangan mata.
Bila kita tidak mampu menahan pandangan mata ini niscaya kita akan menjadi
orang yang banyak keinginannya seperti yang dikatakan oleh Raja Ali Haji dalam
Gurindam 12 pasal 3 “Apabila terpelihara mata sedikit cita-cita”.
Saya meyakini anda akan sepakat bahwa
pandangan mata adalah pemicu awalnya tumbuh perasaan cinta dalam diri manusia.
Seperti halnya sebuah iklan di televise,” pandangan pertama begitu menggoda,
selanjutnya terserah anda”. Harus kita sadari kawan bahwa pandangan mata kita
akan menyusup kedalam hati sebagaimana anak panah yang meluncur dari busurnya,
jika tidak dipatahkan maka akan melukai kita sendiri. Pandangan itu seperti api
yang dilemparkan kedahan-dahan yang kering, bila tidak membakar seluruh dahan
itu, maka ia akan membakar sebagiannya, jadi meski pandangan itu tidak terjaga
dengan baik maka dia bisa merusak hati kita, meski tidak seluruhnya rusak namun
sebagian hati kita akan tetap terkena dampak negatifnya
Untuk mendapatkan cinta yang sejati kita
harus mampu mengelola pandangan, syari’at yang suci telah memberikan petunjuk
kepada kita agar menahan pandangan dari
hal yang merusak kesucian cinta karena
pandangan mata merupakan sarana yang paling mudah menjerumuskan kita pada hal
yang haram. Pandangan itu laksana anak panah beracun dari berbagai macam anak
panah iblis, maka berhati-hatilah dengan pandangan mata kita kawan.
Dalam buku raudhatul muhibbin Ibnu
Qayyim Al-Jauziyyah menceritakan tentang seorang pemuda yang ketika itu ia
pernah melihat seorang gadis pada waktu thawaf, yang seakan-akan dia (sang
gadis) adalah matahari. iapun terus memandanginya dan hati si pemuda berdesir
Karena keelokan rupanya”. Lalu sang gadis bertanya kepada si pemuda,” ada apa
dengan dirimu?” lantas pemuda itu menjawab.” Engkau memang layak untuk di
pandang”, kemudian gadis itu melantunkan sya’ir;
Selagi
padangan matamu berkeliaran
Segala
pandangan akan membebani hati
Engkau
memandang sesuatu di luar kemampuan dirimu
Sebagian
lagi tiada kesabaran lagi
Yah, itulah yang memang akan terjadi.
Ketika pandangan kita bebas memandang maka tanpa disadari kita telah melepaskan
hati kita sehingga apapun yang dilihat akan dicari dan tidak sabar rasanya
untuk meraih apa yang dilihat. Ada berapa banyak masalah yang terjadi pada
remaja yang tidak bisa tidur dan tidak bisa konsentrasi belajar layaknya sya’ir
yang di ucapkan Tan P. Ramle “ setelah melihat wajahmu yang elok dan rupawan
membuat hati tersiksa memikirkanmu, setiap malam datang susah memejamkan mata,
makan tak enak tidurpun tak lena”.
Lihatlah kawan betapa tersiksanya hati
kita ketika pandangan ini tidak bisa kita jaga. Ketika anda mengalami hal sama
seperti yang dikatakan P. Ramle, maka berhati-hatilah kawan, itu bukanlah
perasaan cinta yang sebenarnya karena hakekatnya cinta itu adalah motivasi yang
senantiasa membuat kita selalu bersemangat dan penyembuh duka lara dihati.
Cinta yang sebenarnya akan membuat hati kita terasa tentram dan nyaman bukan
sebaliknya, cinta itu akan menjadi angin yang menerbangkan kotoran debu yang
menjadi sampah dan penyakit.
Kawan,,,
Terkait pandangan mata iman Al-Ghazali Rahimahullah dalam kitabnya Ihya
Ulumuddin berwasiat kepada kita semua agar kita tidak memandang ringan masalah
pandangan ini. Ia juga mengutip sebah sya’ir,” semua peristiwa besar awalnya
dalah dari mata. Lihatlah api yang besar yang awalnya dari percikan api,”
Hampir sama dengan sya’ir tersebut
sebagian salfushalih mengatakan,”banyak makanan haram yang bisa menghalangi
orang melakukan shalat tahajjud di malam hari. Banyak juga pandangan kepada
yang haram sampai menghalanginya dari membaca kitabullah.”
Semoga Allah memberikan naungan
berkah-Nya kepada kita semua. Fitnah dan ujian tidak akan pernah berhenti
kawan. Sangat mungkin, kita kerap mendengar bahkan mengkaji masalah pandangan
mata. Tapi belum tentu kita termasuk didalam kelompok orang yang bisa menjaga
dan memelihara matanya. Padahal seperti yang di ungkapkan imam Al-Ghazali
tadi, bahwa orang yang keliru
menggunakan pandangannya berarti ia terancam bahaya besar karena mata adalah
pintu paling luas yang bisa memberikan banyak pengaruh pada hati.
Yah, saya pikir itu memng benar, dengan
berhasilnya kita menjaga pandangan maka kita tentunya akan mampu menjaga
kemaluan kita seperti yang diperintahkan oleh Syari’at Allah SWT. Tapi karena
pandangan ini adalah sebuah sarana maka kita diberikan kebolehan oleh Allah
untuk memandang Sesutu jika untuk kemaslahatan yang pasti tapi jika tidak maka
akan haram bagi kita memandang susuatu yang tidak membawa kemaslahatan yang jelas.
Allah telah menjadikan mata sebgai
cerminan jiwa bagi hati setiap insan
manusia, jika kita menahan pandangan maka hati akan menahan nafsu dan syahwat.
Jika kita mengumbar pandangannya maka ia berarti mengumbar nafsunya.
Jadi, apalagi yang
akan kita lakukan kawan?? Tantunya demi menjaga cinta yang kita cari dan cinta
yang kita miliki adalah dengan menjaga pandangan kita agar kemurnian cinta
hakiki itu benar-benar mampu kita raih. Cintalah yang akan membuat kita mampu
merasakan nikmatnya luka yang diderita dan indahnya tusukan duri yang mengenai
tubuh kita.